Ketika kau mulai memasrahkan hatimu kepada Allah, saat itu pula lah Allah mulai sungguh-sungguh menguji. Kuatlah.
Tapi dalam prosesnya, bisa saja Allah tiba-tiba mencabut rasa sakitmu entah bagaimana caranya. Percayalah.
Dia memang Yang Maha Mengetahui. Sedangkan kau tidak.

(via coffeecinoku)

Engkau yang rindu damai,

Rajin-rajinlah duduk di hadapan Tuhan, dalam waktu-waktu ibadahmu yang teratur, atau di malam-malam saat kau merasa bahwa menangis akan lebih indah daripada tidur.

Duduk dan diamlah engkau di hadapan Dzat Yang Maha Mengetahui, Yang Maha Kaya, dan Yang Maha Pengasih itu.

Jika sulit bagimu untuk bicara, tak usah kau ucapkan apa pun. Diamlah, dan ijinkan air matamu menjadi juru lapor, juru keluh, dan juru bicara bagimu.

Dan jika hatimu memang sudah kau ikhlaskan seutuhnya sebagai penghubung antara diri baikmu dengan Tuhanmu, hatimu akan bergetar dengan pengertian-pengertian yang membuatmu damai dan seolah bisa melihat jelas ke masa depan.

Dan mudah-mudahan masih kau ingat pesanku dulu, bahwa …

Pengertian adalah ilmunya kehidupan.

Pengertianlah yang akan membuatmu bersyukur, yang kemudian membuatmu ikhlas, dan yang kemudian membuatmu damai.

Mario Teguh – Loving you all as always (via marioteguh)

Maaf itu mudah.
Lupa itu payah.

Dan kalau kita minta orang yang terluka atau kecewa sebutkan semula apa yang dikecewakan, apa yang tidak dipuaskan hati sangat; mungkin dia juga tak boleh sebut semua.
Tak teringat pun.
Tapi lukanya, ada.

Mungkin benar, luka kecewa dan sakit hati, perlu lebih masa untuk sembuh.

Contoh kalau ada orang tampar muka kita pada sebab yang bodoh, dan tak minta maaf pada kita? Sakit hati kita mudah hilang tak? (via akumanusia)